Page Title

Anekajāti Pāḷi

Anekajāti Pāḷi



Anekajāti Pāḷi
Teks Melalui Kelahiran yang Tak Terhitung

Namo tassa Bhagavato Arahato Sammāsambuddhassa. (3x)
Hormat kepada Beliau, Sang Bhagavā, Sang Arahanta, Buddha yang Tercerahkan Sempurna.

Anekajāti-saṁsāraṁ sandhā-vissaṁ anibbisaṁ
Melalui kelahiran yang tak terhitung dalam lingkaran kelahiran dan kematian (saṁsāra) Aku telah mengembara (namun) tak menemukan.
gahakāraṁ gavesanto: dukkhā jāti punappunaṁ.
Sementara mencari pembuat rumah, (Aku telah mengalami) penderitaan dari kelahiran lagi dan lagi.
Gahakāraka diṭṭhosi! Puna gehaṁ na kāhasi:
O pembuat rumah, sekarang kau telah terlihat! Kau tidak akan (dapat) membangun rumah lagi:
sabbā te phāsukā bhaggā, gahakūṭaṁ visaṅkhataṁ,
semua kasaumu telah hancur, dan penyanggamu telah dihancurkan,
visaṅkhāra-gataṁ cittaṁ, taṇhānaṁ khaya-majjhagā.
Pikiran-Ku telah mencapai (keadaan) Tak Berkondisi, dan akhir dari ketagihan telah dicapai.
(3 Kali)

Iti imasmiṁ sati idaṁ hoti; imassuppādā idaṁ uppajjati,
Karena ada ini, maka ini ada; dari munculnya ini, maka muncul ini,
yadidaṁ: avijjā-paccayā saṅkhārā,
yaitu: dengan ketidaktahuan sebagai kondisi maka ada bentukan-bentukan (berkehendak),
saṅkhāra-paccayā viññāṇaṁ,
dengan bentukan-bentukan (berkehendak) sebagai kondisi: maka ada kesadaran,
viññāṇa-paccayā nāma-rūpaṁ,
dengan kesadaran sebagai kondisi: maka ada batin dan jasmani,
nāma-rūpa-paccayā saḷāyatanaṁ,
dengan batin dan jasmani sebagai kondisi: maka ada enam landasan indra,
saḷāyatana-paccayā phasso,
dengan enam landasan indra sebagai kondisi: maka ada kontak,
phassa-paccayā vedanā,
dengan kontak sebagai kondisi: maka ada perasaan,
vedanā-paccayā taṇhā,
dengan perasaan sebagai kondisi: maka ada ketagihan,
taṇhā-paccayā upādānaṁ,
dengan ketagihan sebagai kondisi: maka ada kemelekatan,
upādāna-paccayā bhavo,
dengan kemelekatan sebagai kondisi: maka ada keberadaan,
bhava-paccayā jāti,
dengan keberadaan sebagai kondisi: maka ada kelahiran,
jāti-paccayā jarā-maraṇaṁ,
dengan kelahiran sebagai kondisi: usia tua, kematian,
soka-parideva-dukkha-domanassupāyāsā sambhavanti,
kesedihan, ratapan, rasa sakit, dukacita, dan putus asa (semua) muncul,
evametassa kevalassa dukkhak-khandhassa samudayo hoti.
dan demikianlah asal mula seluruh kumpulan penderitaan ini.
Yadā have pātubhavanti dhammā
Ketika (sifat dari) dhamma-dhamma terwujud
ātāpino jhāyato brāhmaṇassa,
pada seorang brahmana yang tekun bermeditasi,
athassa kaṅkhā vapayanti sabbā,
maka segala keraguannya lenyap,
yato pajānāti sahetu-dhammaṁ.
karena ia memahami (sifat dari) segala dhamma dan penyebabnya.

Iti imasmiṁ asati idaṁ na hoti; imassa nirodhā idaṁ nirujjhati,
Karena tidak ada ini, maka ini juga tidak ada; dengan terhentinya ini, maka ini juga berhenti,
yadidaṁ: avijjā-nirodhā saṅkhāra nirodho,
yaitu: dengan terhentinya ketidaktahuan, berhenti pula bentukan-bentukan (berkehendak),
saṅkhāra-nirodhā viññāṇa nirodho,
dengan terhentinya bentukan-bentukan (berkehendak): berhenti pula kesadaran,
viññāṇa-nirodhā nāma-rūpa nirodho,
dengan terhentinya kesadaran: berhenti pula batin dan jasmani,
nāma-rūpa-nirodhā saḷāyatana nirodho,
dengan terhentinya batin dan jasmani: berhenti pula enam landasan indra,
saḷāyatana-nirodhā phassa nirodho,
dengan terhentinya enam landasan indra: berhenti pula kontak,
phassa-nirodhā vedanā nirodho,
dengan terhentinya kontak: berhenti pula perasaan,
vedanā-nirodhā taṇhā nirodho,
dengan terhentinya perasaan: berhenti pula ketagihan,
taṇhā-nirodhā upādāna nirodho,
dengan terhentinya ketagihan: berhenti pula kemelekatan,
upādāna-nirodhā bhava nirodho,
dengan terhentinya kemelekatan: berhenti pula keberadaan,
bhava-nirodhā jāti nirodho,
dengan terhentinya keberadaan: berhenti pula kelahiran,
jāti-nirodhā jarā-maraṇaṁ,
dengan terhentinya kelahiran: usia tua, kematian,
soka-parideva-dukkha-domanassupāyāsā nirujjhanti,
kesedihan, ratapan, rasa sakit, dukacita, dan putus asa (semua) berhenti,
evametassa kevalassa dukkhak-khandhassa nirodho hoti.
dan demikianlah terhentinya seluruh kumpulan penderitaan ini.
Yadā have pātubhavanti dhammā
Ketika (sifat dari) dhamma-dhamma terwujud
ātāpino jhāyato brāhmaṇassa,
pada seorang brahmana yang tekun bermeditasi,
athassa kaṅkhā vapayanti sabbā,
maka segala keraguannya lenyap,
yato khayaṁ paccayānaṁ avedi.
karena hancurnya penyebab-penyebab telah dipahami.

Iti imasmiṁ sati idaṁ hoti, imassuppādā idaṁ uppajjati,
Karena ada ini, maka ini ada; dari munculnya ini, maka muncul ini,
imasmiṁ asati idaṁ na hoti, imassa nirodhā idaṁ nirujjhati,
Karena tidak ada ini, maka ini juga tidak ada; dengan terhentinya ini, maka ini juga berhenti,
yadidaṁ: avijjā-paccayā saṅkhārā,
yaitu: dengan ketidaktahuan sebagai kondisi maka ada bentukan-bentukan (berkehendak),
saṅkhāra-paccayā viññāṇaṁ,
dengan bentukan-bentukan (berkehendak) sebagai kondisi: maka ada kesadaran,
viññāṇa-paccayā nāma-rūpaṁ,
dengan kesadaran sebagai kondisi: maka ada batin dan jasmani,
nāma-rūpa-paccayā saḷāyatanaṁ,
dengan batin dan jasmani sebagai kondisi: maka ada enam landasan indra,
saḷāyatana-paccayā phasso,
dengan enam landasan indra sebagai kondisi: maka ada kontak,
phassa-paccayā vedanā,
dengan kontak sebagai kondisi: maka ada perasaan,
vedanā-paccayā taṇhā,
dengan perasaan sebagai kondisi: maka ada ketagihan,
taṇhā-paccayā upādānaṁ,
dengan ketagihan sebagai kondisi: maka ada kemelekatan,
upādāna-paccayā bhavo,
dengan kemelekatan sebagai kondisi: maka ada keberadaan,
bhava-paccayā jāti,
dengan keberadaan sebagai kondisi: maka ada kelahiran,
jāti-paccayā jarā-maraṇaṁ,
dengan kelahiran sebagai kondisi: usia tua, kematian,
soka-parideva-dukkha-domanassupāyāsā sambhavanti,
kesedihan, ratapan, rasa sakit, dukacita, dan putus asa (semua) muncul,
evametassa kevalassa dukkhak-khandhassa samudayo hoti.
dan demikianlah asal mula seluruh kumpulan penderitaan ini.
Avijjāya tveva asesavirāga-nirodhā saṅkhāra nirodho,
Tetapi dengan peluruhan sepenuhnya dan dengan terhentinya ketidaktahuan, berhenti pula bentukan-bentukan (berkehendak),
saṅkhāra-nirodhā viññāṇa nirodho,
dengan terhentinya bentukan-bentukan (berkehendak): berhenti pula kesadaran,
viññāṇa-nirodhā nāma-rūpa nirodho,
dengan terhentinya kesadaran: berhenti pula batin dan jasmani,
nāma-rūpa-nirodhā saḷāyatana nirodho,
dengan terhentinya batin dan jasmani: berhenti pula enam landasan indra,
saḷāyatana-nirodhā phassa nirodho,
dengan terhentinya enam landasan indra: berhenti pula kontak,
phassa-nirodhā vedanā nirodho,
dengan terhentinya kontak: berhenti pula perasaaan,
vedanā-nirodhā taṇhā nirodho,
dengan terhentinya perasaan: berhenti pula ketagihan,
taṇhā-nirodhā upādāna nirodho,
dengan terhentinya ketagihan: berhenti pula kemelekatan,
upādāna-nirodhā bhava nirodho,
dengan terhentinya kemelekatan: berhenti pula keberadaan,
bhava-nirodhā jāti nirodho,
dengan terhentinya keberadaan: berhenti pula kelahiran,
jāti-nirodhā jarā-maraṇaṁ,
dengan terhentinya kelahiran: usia tua, kematian,
soka-parideva-dukkha-domanassupāyāsā nirujjhanti,
kesedihan, ratapan, rasa sakit, dukacita, dan putus asa (semua) berhenti,
evametassa kevalassa dukkhak-khandhassa nirodho hoti.
dan demikianlah terhentinya seluruh kumpulan penderitaan ini.
Yadā have pātubhavanti dhammā
Ketika (sifat dari) dhamma-dhamma terwujud
ātāpino jhāyato brāhmaṇassa,
pada seorang brahmana yang tekun bermeditasi,
vidhūpayaṁ tiṭṭhati Mārasenaṁ,
ia berdiam dengan menghalau bala tentara Māra,
suriyova obhāsayam-antalikkhaṁ.
bagaikan matahari menerangi cakrawala.

Hetu-paccayo, ārammaṇa-paccayo,
Kondisi akar, kondisi objek,
adhipati-paccayo, anantara-paccayo,
kondisi dominansi, kondisi tanpa interval,
samanantara-paccayo, sahajāta-paccayo,
kondisi keberlanjutan, kondisi kemunculan bersama,
aññamañña-paccayo, nissaya-paccayo,
kondisi timbal-balik, kondisi ketergantungan,
upanissaya-paccayo, purejāta-paccayo,
kondisi ketergantungan kuat, kondisi kemunculan lebih dulu,
pacchājāta-paccayo, āsevana-paccayo,
kondisi kemunculan belakangan, kondisi pengulangan,
kamma-paccayo, vipāka-paccayo,
kondisi perbuatan, kondisi hasil,
āhāra-paccayo, indriya-paccayo,
kondisi nutrisi, kondisi kemampuan,
jhāna-paccayo, magga-paccayo,
kondisi jhāna, kondisi jalan,
sampayutta-paccayo, vippayutta-paccayo,
kondisi penggabungan, kondisi pemisahan,
atthi-paccayo, natthi-paccayo,
kondisi kehadiran, kondisi ketidakhadiran,
vigata-paccayo, avigata-paccayoti.
kondisi kelenyapan, kondisi ketidaklenyapan.

Jayaparittaṁ
Perlindungan Keberhasilan

Jayanto Bodhiyā mūle Sakyānaṁ nandivuḍḍhano -
Keberhasilan di bawah pohon Bodhi menumbuhkan kebahagiaan suku Sakya -
evam-eva jayo hotu, jayassu jayamaṅgale!
maka semoga Anda berhasil, semoga Anda berhasil disertai berkah keberhasilan!
Aparājitapallaṅke sīse puthuvipukkhale,
Di atas tempat duduk yang tak terkalahkan di puncak dunia pada tanah suci,
abhiseke sabba-Buddhānaṁ, aggapatto pamodati.
yang telah disucikan oleh semua Buddha, ia bergembira dalam pencapaian tertinggi.
Sunakkhattaṁ sumaṅgalaṁ suppabhātaṁ suhuṭṭhitaṁ,
(Semoga ada) bintang yang baik, berkah yang baik, fajar yang baik, dengan baik,
sukhaṇo sumuhutto ca suyiṭṭhaṁ brahmacārisu,
saat yang baik, bulan yang baik dan persembahan yang baik yang ditujukan kepada Suciwan,
Padakkhiṇaṁ kāyakammaṁ, vācākammaṁ padakkhiṇaṁ,
(Semoga ada) perbuatan jasmani yang baik, ucapan yang baik,
padakkhiṇaṁ manokammaṁ paṇidhi te padakkhiṇe.
pikiran yang baik, dan aspirasi yang baik untuk Anda.
Padakkhiṇāni katvāna, labhantatthe padakkhiṇe,
Dan setelah membuat hal-hal baik ini, (semoga ada) perolehan yang baik,
te atthaladdhā sukhitā viruḷhā Buddhasāsane,
dan dengan perolehan yang baik ini (semoga) kebahagiaan Anda berkembang dalam Ajaran Buddha,
arogā sukhitā hotha, saha sabbehi ñātibhi!
semoga Anda sehat dan bahagia, beserta semua kerabat Anda!

Bhavatu sabbamaṅgalaṁ, rakkhantu sabbadevatā,
Semoga ada setiap berkah, dan semoga semua dewa melindungi Anda,
sabba Buddhānubhāvena sadā sukhī bhavantu te!
dengan kekuatan semua Buddha semoga kebahagiaan selalu pada Anda!
Bhavatu sabbamaṅgalaṁ, rakkhantu sabbadevatā,
Semoga ada setiap berkah, dan semoga semua dewa melindungi Anda,
sabba Dhammānubhāvena sadā sukhī bhavantu te!
dengan kekuatan semua Dhamma semoga kebahagiaan selalu pada Anda!
Bhavatu sabbamaṅgalaṁ, rakkhantu sabbadevatā,
Semoga ada setiap berkah, dan semoga semua dewa melindungi Anda,
sabba Saṅghānubhāvena sadā sukhī bhavantu te!
dengan kekuatan semua Saṅgha semoga kebahagiaan selalu pada Anda!

Sādhu! Sādhu! Sādhu!
Baik! Baik! Baik!